Universitas Gunadarma

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Elektronika Digital

Elektronika Digital


Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro, teknik komputer, dan ilmu/teknik elektronika dan instrumentasi. Elektronika digital adalah sistem elektronik yang menggunakan signal digital. Signal digital didasarkan pada signal yang bersifat terputus-putus. Biasanya dilambangkan dengan notasi  aljabar 1 dan 0. Notasi 1 melambangkan terjadinya hubungan dan notasi 0 melambangkan tidak terjadinya hubungan. Contoh yang paling gampang untuk memahami pengertian ini adalah saklar lampu. Ketika kalian tekan ON berarti terjadi hubungan sehingga dinotasikan 1. Ketika kalian tekan OFF maka akan berlaku sebaliknya. Elektronik digital merupakan aplikasi dari aljabar boolean dan digunakan pada berbagai bidang seperti komputer, telpon  selular dan berbagai perangkat lain. Hal ini karena elektronik digital mempunyai beberapa keuntungan,  antara lain: sistem digital mempunyai antar muka yang mudah dikendalikan dengan komputer dan perangkat lunak, penyimpanan informasi jauh lebih mudah dilakukan dalam sistem digital dibandingkan dengan analog. Namun sistem digital juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu: pada beberapa kasus sistem digital membutuhkan lebih banyak energi, lebih mahal dan rapuh.

A.    Sistem Bilangan
Sistem bilangan adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem bilangan menggunakan basis tertentu yang tergantung dari jumlah bilangan yang digunakan. Jenis sistem bilangan yaitu:
a)      Sistem bilangan desimal
Basis : 10
Bilangan :0,1,2,3,4,5,6,7,8,9
b)      Sistem bilangan biner
Basis : 2
Bilangan : 0,1
c)      Sistem bilangan oktal
Basis : 8
Bilangan :0,1,2,3,4,5,6,7
d)     Sistem bilangan hexadesimal
Basis : 16
Bilangan : 0, 1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F
Bilangan bertanda
Sandi bilangan bertanda
letak sandi

B.     Gerbang logika
Gerbang Logik Dasar adalah suatu entitas dalam elektronika dan matematika Boolean yang mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logik. Gerbang logika terutama diimplementasikan secara elektronis menggunakan dioda atau transistor, akan tetapi dapat pula dibangun menggunakan susunan komponen-komponen yang memanfaatkan sifat sifat elektromagnetik(relay), cairanoptik dan bahkan mekanik.
JENIS GERBANG LOGIKA DASAR
a)      Gerbang Not (Not Gate)
Gerbang NOT atau juga bisa disebut dengan pembalik (inverter) memiliki fungsi membalik logika tegangan inputnya pada outputnya. Sebuah inverter (pembalik) adalah gerbang dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana keadaan keluaranya selalu berlawanan dengan keadaan masukan. Membalik dalam hal ini adalah mengubah menjadi lawannya. Karena dalam logika tegangan hanya ada dua kondisi yaitu tinggi dan rendah atau “1” dan “0”, maka membalik logika tegangan berarti mengubah “1” menjadi "0” atau sebaliknya mengubah nol menjadi satu. Simbul atau tanda gambar pintu NOTditunjukkan pada gambar.
b)      Gerbang AND (AND GATE)
Gerbang AND (AND GATE) atau dapat pula disebut gate AND ,adalah suatu rangkaian logika yang mempunyai beberapa jalan masuk (input) dan hanya mempunyai satu jalan keluar (output). Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Dalam gerbang AND, untuk menghasilkan sinyal keluaran tinggi maka semua sinyal masukan harus bernilai tinggi.
c)      Gerbang OR (OR GATE)
Gerbang OR berbeda dengan gerbang NOT yang hanya memiliki satu input, gerbang ini memiliki paling sedikit 2 jalur input. Artinya inputnya bisa lebih dari dua, misalnya empat atau delapan. Yang jelas adalah semua gerbang logika selalu mempunyai hanya satu output. Gerbang OR akan memberikan sinyal keluaran tinggi jika salah satu atau semua sinyal masukan bernilai tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang OR hanya memiliki sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai rendah.
d)     Gerbang NAND
Gerbang NAND adalah suatu NOT-AND, atau suatu fungsi AND yang dibalikkan. Dengan kata lain bahwa gerbang NAND akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai tinggi.
e)      Gerbang NOR
Gerbang NOR adalah suatu NOT-OR, atau suatu fungsi OR yang dibalikkan sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyal masukanya bernilai rendah.
f)       Gerbang X-OR
Gerbang X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai rendah atau semua masukan bernilai tinggi atau dengan kata lain bahwa X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika sinyal masukan bernilai sama semua.
g)      Gerbang X-NOR
Gerbang X-NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyal masukan bernilai sama (kebalikan dari gerbang X-OR).
C.    Gerbang-gerbang logika lain
Gerbang logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi atau rendah. Dikarenakan analisis gerbang logika menggunakan aljabar boolean maka gerbang logika juga seringdisebut dengan rangkaian logika. Rangkaian logika sering kita jumpai pada sirkuit digital yang diimplementasikan secara elektronik dengan menggunakan dioda atau transistor .
Ada7 gerbang logika yang kita ketahui yang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1)      Gerbang logika Inventer
Inverter (pembalik ) merupakan gerbang logika dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana sinyal keluaran selalu berlawanan dengan keadaan sinyal masukan. ((Syafari, 2003).
2)      Gerbang logika non-Inverter
Berbeda dengan gerbang logika Inverter yang sinyal masukannya hanya satu untuk gerbang logika non-Inverter sinyal masukannya ada dua atau lebih sehingga hasil (output) sinyal keluaran sangat tergantung oleh sinyal masukannya dan gerbang logika yang dilaluinya (NOT, AND, OR, NAND, NOR, XOR, XNOR). Yang termasuk gerbang logika non-Inverter adalah :

a)      Gerbang NOT
Rangkaian NOT juga dikenal sebagai inverter dan dinyatakan sebagai Y = A’. Nilai output Y merupakan negasi dari nilai input A. Jika input A bernilai “1’, maka nilai output Y menjadi “0” demikian sebaliknya.

b)      Gerbang AND
Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang AND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1).
Tabel kebenaran logika AND


c)      Gerbang OR
Gerbang OR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang OR mempunyai sifat bila salah satu dari sinyal masukan tinggi (1), maka sinyal keluaran akan menjadi tinggi (1) juga.
Fungsi gerbang OR :
- Y = A OR B  Y = A + B.
atau  Misal :  A = 1 , B = 1 maka Y = 1 + 1 = 1.
A = 1 , B = 0 maka Y = 1 + 0 = 0.
Tabel kebenaran logika OR


d)     Gerbang NAND (Not-AND)
Gerbang NAND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang NAND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin rendah (0) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1). 
Tabel kebenaran logika NAND 


e)      Gerbang NAND juga disebut juga Universal   Gate  karena kombinasi dari rangkaian gerbang NAND dapat digunakan untuk memenuhi semua fungsi dasar gerbang logika yang lain.

f)      Gerbang NOR (Not-OR)
Gerbang NOR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang NOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan rendah (0). Jadi gerbang NOR hanya mengenal sinyal masukan yang semua bitnya bernilai nol. 

Tabel kebenaran gerbang NOR



g)      Gerbang XOR (Antivalen, Exclusive-OR)
Gerbang XOR disebut juga gerbang EXCLUSIVE OR dikarenakan hanya mengenali sinyal yang memiliki bit 1 (tinggi) dalam jumlah ganjil untuk menghasilkan sinyal keluaran bernilai tinggi (1). (Syafari, 2003).

Tabel kebenaran gerbang XOR


h)        Gerbang XNOR (Ekuivalen, Not-Exclusive-OR)
Gerbang XNOR disebut juga gerbang Not-EXCLUSIVE-OR. Gerbang XNOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin benilai tinggi (1) maka sinyal masukannya harus benilai genap (kedua nilai masukan harus rendah keduanya atau tinggi keduanya). (Syafari, 2003).

Tabel kebenaran gerbang XNOR


D.    Rangkaian TTL
Dengan menggunakan teknik-teknik fotografi yang maju, rangkaian-rangkaian miniatur pada permukaan sebuah serpih (sepotong bahan semikonduktor yang kecil) dapat dihasilkan dalam pabrik. Jaringan yang terbentuk itu demikian kecilnya sehingga sambungan-sambungannya hanya dapat dilihat de­ngan sebuah mikroskop. Rangkaian semacam itu disebut rangkaian terpadu (IC), karena komponen­komponennya (transistor, diode, hambatan) merupakan bagian integral dari serpih yang bersangkutan.
            Seri 7400 adalah jenis rangkaian TTL yang diperke­nalkan oleh Texas Instruments pada tahun 1964. Dari ,semua IC bipolar, seri 7400 telah menjadi tipe yang paling banyak digunakan. Keluarga TTL ini terdiri dari  beraneka jenis serpih-serpih SSI dan MSI yang memungkinkan pembentukan hampir segala macam rangkaian dan sistem digital. Namun susunan masukan emiter majemuk dan konfigurasi keluaran tolem-pole masih tetap dipertahankan (satu pengecuali adalah konfjgurasi kolektor terbuka yang akan dibicarakan kemudian). Misalnya, 7400 adalah serpih yang membuat empat buah gerbang NAND 2-masukan dalam satu,kemasan. Begitu pula, IC 7402 terdiri dari empat buah gerbang NOR 2-masukan; 7404 berisi enam buah pembalik-(inverter), dan seterus nya.
TTLKecepatan-Tinggi
Dengan memperkecil nilai hambatan-hambatannya, pihak pabrik dapat menurunkan konstanta waktu internalnya, dan ini berarti mengurangi, waktu tunda propagasinya
Gerbang NAND
Semua piranti seri 7400 adalah turunan dari gerbang NAND 2 masukan.Untuk mendapatkan gerbang NAND 3,4 dan 8 , dipergunakan transistor dengan 3,4 dan 8 emiter. Karena berupa rangkaian dasar, gerbang-gerbang NAND merupakan piranti yang termurah dari seri 7400.
Gerbang AND dan OR
Untuk menghasilkan fungsi logika  AND satu tahapan konfigurasi emiter sekutu harus disisipkan (common emitter) sebelum keluaran totem-pole dari rancangan dasar gerbang NAND. Inversi ekstra tambahan yang ditimbulkan akan mengubah fung­si logika NAND menjadi gerbang AND. Melalui cara serupa, konfigurasi emiter sekutu dapat pula disisipkan sebelum keluaran totem-pole pada rangkaian .Akan mengubah ger­bang NOR menjadi gerbang OR.
E.     Aljabar Boold
Aljabar boolean merupakan aljabar yang berhubungan dengan variabel-variabel biner dan operasi-operasi logik. Variabel-variabel diperlihatkan dengan huruf-huruf alfabet, dan tiga operasi dasar dengan ANDOR dan NOT(komplemen). Fungsi boolean terdiri dari variabel-variabel biner yang menunjukkan fungsi, suatu tanda sama dengan, dan suatu ekspresi aljabar yang dibentuk dengan menggunakan variabel-variabel biner, konstanta-konstanta 0 dan 1, simbol-simbol operasi logik, dan tanda kurung.
a)      Fungsi Boolean
Suatu fungsi boolean bisa dinyatakan dalam tabel kebenaran. Suatu tabel kebenaran untuk fungsi boolean merupakan daftar semua kombinasi angka-angka biner 0 dan 1 yang diberikan ke variabel-variabel biner dan daftar yang memperlihatkan nilai fungsi untuk masing-masing kombinasi biner.
b)      Gerbang Logika
Gerbang logika atau gerbang logik adalah suatu entitas dalam elektronika dan matematika Boolean yang mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logik. Gerbang logika terutama diimplementasikan secara elektronis menggunakan dioda atau transistor, akan tetapi dapat pula dibangun menggunakan susunan komponen-komponen yang memanfaatkan sifat-sifat elektromagnetik (relay), cairan, optik dan bahkan mekanik.

Pengertian Gerbang (Gate) :

  • Rangkaian satu atau lebih sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal keluaran.
  • Rangkaian digital (dua keadaan), karena sinyal masukan atau keluaran hanya berupa tegangan tinggi atau rendah (1 atau 0).
  • Setiap keluarannya tergantung sepenuhnya pada sinyal yang diberikan pada masukan-masukannya.
c)      Operasi Logika NOT (Invers)
Gerbang NOT hanya memiliki satu saluran masukan dan satu saluran keluaran. Keadaan keluaran gerbang NOT selalu berlawanan (kebalikan atau komplemen) dari keadaan masukannya.
Operasi merubah logika 1 ke 0 dan sebaliknya:
x = x’
 Tabel kebenaran gerbang NOT
d)      Operasi Logika AND
Gerbang AND memiliki dua atau lebih saluran masukan dan satu saluran keluaran. Keadaan keluaran gerbang AND akan 1 (tinggi) bila dan hanya bila semua masukannya dalam keadaan 1 (tinggi).
Operasi logika AND yaitu:
  • Operasi antara dua variabel (A,B)
  • Operasi ini akan menghasilkan logika 1, jika kedua variabel tersebut berlogika 1


Tabel kebenaran gerbang AND


e)       Operasi Logika OR
Gerbang OR memiliki dua atau lebih saluran masukan dan satu saluran keluaran. Keadaan keluaran gerbang OR akan 1 (tinggi) bila satu atau lebih masukannya dalam keadaan 1 (tinggi).
Operasi logika OR yaitu:
  • Operasi antara 2 variabel (A,B).
  • Operasi ini akan menghasilkan logika 0, jika kedua variabel tersebut berlogika 0.

                                    Tabel kebenaran gerbang OR



F.     ALU
ALU (Arithmatic Logical Unit) adalah salah satu bagian/komponen dalam sistem di dalam sistem komputer yang berfungsi melakukan operasi/perhitungan aritmatika dan logika (Contoh operasi aritmatika adalah operasi penjumlahan dan pengurangan, sedangkan contoh operasi logika adalah logika AND dan OR. ALU bekerja besama-sama memori, di mana hasil dari perhitungan di dalam ALU di simpan ke dalam memori. Perhitungan dalam ALU menggunakan kode biner, yang merepresentasikan instruksi yang akan dieksekusi (opcode) dan data yang diolah (operand). ALU biasanya menggunakan sistem bilangan biner two’s complement. ALU mendapat data dari register. Kemudian data tersebut diproses dan hasilnya akan disimpan dalam register tersendiri yaitu ALU output register, sebelum disimpan dalam memori.
Pada saat sekarang ini sebuah chip/IC dapat mempunyai beberapa ALU sekaligus yang memungkinkan untuk melakukan kalkulasi secara paralel. Salah satu chip ALU yang sederhana (terdiri dari 1 buah ALU) adalah IC 74LS382/HC382ALU (TTL). IC ini terdiri dari 20 kaki dan beroperasi dengan 4×2 pin data input (pinA dan pinB) dengan 4 pin keluaran (pinF).
Arithmatic Logical Unit (ALU), fungsi unit ini adalah untuk melakukan suatu proses data yang berbentuk angka dan logika, seperti data matematika dan statistika. ALU terdiri dari register-register untuk menyimpan informasi.Tugas utama dari ALU adalah melakukan perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi program. Rangkaian pada ALU (Arithmetic and Logic Unit) yang digunakan untuk menjumlahkan bilangan dinamakan dengan Adder. Adder digunakan untuk memproses operasi aritmetika, Adder juga disebut rangkaian kombinasional aritmatika.
Ada 3 jenis adder:
1. Rangkaian Adder dengan menjumlahkan dua bit disebut Half Adder.
2. Rangkaian Adder dengan menjumlahkan tiga bit disebut Full Adder.
3. Rangkain Adder dengan menjumlahkan banyak bit disebut Paralel Adder

1. HALF ADDER
Rangkaian Half Adder merupakan dasar penjumlahan bilangan Biner yang terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamai Penjumlah Tak Lengkap.
a. jika A = 0 dan B = 0 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 0.
b. jika A = 0 dan B = 1 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 1.
c. jika A = 1 dan B = 1 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 0
jika A = 1 dan B =1 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 0. dengan nilai pindahan cy(Carry Out) = 1
Dengan demikian, half adder memiliki 2 masukan ( A dan B ) dan dua keluaran ( S dan Cy ).

2. FULL ADDER
Sebuah Full Adder menjumlahkan dua bilangan yang telah dikonversikan menjadi bilangan-bilangan biner. Masing-masing bit pada posisi yang sama saling dijumlahkan. Full Adder sebagai penjumlah pada bit-bit selain yang terendah. Full Adder menjumlahkan dua bit input ditambah dengan nilai Carry-Out dari penjumlahan bit sebelumnya. Output dari Full Adder adalah hasil penjumlahan (Sum) dan bit kelebihannya (carry-out).
3. PARALEL  ADDER
Rangkaian Parallel Adder adalah rangkaian penjumlah dari dua bilangan yang telah dikonversikan ke dalam bentuk biner. Anggap ada dua buah register A dan B, masing-masing register terdiri dari 4 bit biner : A3A2A1A0 dan B3B2B1B0.
Rangkaian Parallel Adder terdiri dari Sebuah Half Adder (HA) pada Least Significant Bit (LSB) dari masing-masing input dan beberapa Full Adder pada bit-bit berikutnya. Prinsip kerja dari Parallel Adder adalah sebagai berikut : penjumlahan dilakukan mulai dari LSB-nya. Jika hasil penjumlahan adalah bilangan desimal “2” atau lebih, maka bit kelebihannya disimpan pada Cout, sedangkan bit di bawahnya akan dikeluarkan pada Σ. Begitu seterusnya menuju ke Most Significant Bit (MSB)nya.
Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari operasi sesuai dengan instruksi program yaitu operasi logika (logical operation). Operasi logika meliputi perbandingan dua buah elemen logika dengan menggunakan operator logika.
Arithmatic Logical Unit (ALU):
Bertugas membentuk fungsi – fungsi pengolahan data komputer.
ALU sering disebut mesin bahasa (machine language) karena bagian ini mengerjakan instruksi – instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya
ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean, yang masing – masing memiliki spesifikasi dan tugas tersendiri.
Fungsi-fungsi yang didefinisikan pada ALU adalah Add(penjumlahan), Addu (penjumlahan tidak bertanda), Sub(pengurangan), Subu (pengurangan tidak bertanda), and, or, xor, sll (shift

G.    Flip-Flop
Flip-flop adalah rangkaian digital yang digunakan untuk menyimpan satu bit secara semi permanen sampai ada suatu perintah untuk menghapus atau mengganti isi dari bit yang disimpan. Prinsip dasar dari flip-flop adalah suatu komponen elektronika dasar seperti transistor, resistor dan dioda yang dirangkai menjadi suatu gerbang logika yang dapat bekerja secara sekuensial. Nama lain dari flip-flop adalah multivibrator bistabil.
Ada berbagai jenis flip-flop ditinjau dari beberapa aspek namun pada penulisan ini yang kami bahas adalah  flip-flop yang ditinjau dari cara kerjanya yang terdiri dari:
1)      Flip-Flop RS
Flip-flop ini mempunyai dua masukan dan dua keluaran, di mana salah satu keluarannya (y) berfungsi sebagai komplemen. Sehingga flip-flop ini disebut juga rangkaian dasar untuk membangkitkan sebuah variabel beserta komplemennya. Flip-flop RS dapat dibentuk dari kombinasi dua gerbang NAND atau kombinasi dua gerbang NOR.
2)      D Flip-Flop
Nama flip-flop ini berasal dari Delay. Flip-flop ini hanya mempunyai satu masukan, yaitu D. Jenis flip-flop ini sangat banyak dipakai sebagai sel memori dalam komputer.
D Flip-flop merupakan salah satu jenis flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop S-R. Perbedaannya dengan flip-flop S-R terletak pada inputan R, pada D Flip-flop inputan R terlebih dahulu diberi gerbang NOT, maka setiap input yang diumpankan ke D akan memberikan keadaan yang berbeda pada input S-R, dengan demikian hanya akan terdapat dua keadaan S dan R yaitu S=0 dan R=1 atau S=1 dan R=0, jadi dapat diisi. Master Save D Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang memiliki 2 latch D dan sebuah inverter. Latch yang satu bernama Master dan yang kedua bernama Slave.


3)      JK Flip-Flop
Dari uraian subbab-subbab sebelumnya dapat dilihat bahwa dasar dari semua flip-flop adalah flip-flop RS.  JK Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang dibangun untuk megantisipasi keadaan terlarang pada flip-flop S-R. Dalam prakteknya, ada kalanya perlu merealisasikan flip-flop tertentu daripada flip-flop yang tersedia, misalnya flipflop yang dibutuhkan tidak tersedia atau dari serpih (chip) flip-flop yang digunakan masih ada sisa flip-flop dari jenis lain yang belum termanfaatkan. Sebagaimana diuraikan di depan, flip-flop D dapat dibangun dari flip-flop JK dengan memberikan komplemen J sebagai masukan bagi K. Flip-flop D yang disusun dari flip-flop JK.
4)      T Flip-Flop
T Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop J-K yang kedua inputnya dihubungkan menjadi satu, maka akan diperoleh flip-flop yang memiliki watak membalik output sebelumnya jika inputannya tinggi dan outputnya akan tetap jika inputnya rendah. Flip-flop T dapat dibentuk dari flip-flop JK dengan menggabungkan masukan J dan K sebagai masukan T. Perhatikan bahwa bila T=0 akan membuat J=K=0 sehingga keadaan flip-flop tidak berubah. Tetapi bila T=1, J=K=1 akan membuat flip-flop beroperasi secara toggle.

Sumber : http://vyethreeanhy.blogspot.co.id/2014/05/makalah-resume-elektronika-digital.html

Program Hitungan Motor AC Procedure Menggunakan Pascal

program hitungan_mesin_induksi;
uses crt;
var
menu : integer;
ulang : char;
I1,V1,ztot : real;
Pcus,I,R1:real;
Pcs,I0,R0:real;
Efs,P0,PIN:real;
procedure Arus_stator;
begin
     repeat
     clrscr;
     writeln ('Menghitung Arus stator');
     write ('Masukan Nilai tegangan  :');readln(V1);
     write ('Masukan Nilai Impedansi Total :');readln(Ztot);
     writeln ('Rumus : V1/Ztot');
     I1:=V1/Ztot;
     writeln ('Arus Stator Adalah :',I1:0:0);
     write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
     until upcase (ulang) <>'Y';
end;

procedure Rugi_tembaga_stator;
begin
     repeat
     clrscr;
     writeln ('Menghitung rugi tembaga stator');
     write ('Masukan Nilai arus:');readln (I1);
     write ('Masukan Nilai hambatan  :');readln(R1);
     writeln ('Rumus : I1^2*R1');
     Pcus:=I1*I1*R1;
     writeln ('rugi tembaga stator adalah :',Pcus:0:0);
     write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
     until upcase (ulang) <>'Y';
end;

procedure rugi_inti_stator;
begin
     repeat
     clrscr;
     writeln ('Menghitung rugi inti stator');
     write ('Masukan Nilai arus :');readln (I0);
     Write ('Masukkan Nilai hambatan:');readln(R0);
     writeln ('Rumus : I0^2*R0');
     Pcs:=I0*I0*R0;
     writeln ('rugi inti stator adalah :',Pcs:0:0);
     write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
     until upcase (ulang) <>'Y';
end;

procedure Efisiensi;
begin
     repeat
     clrscr;
     writeln ('Menghitung nilai efisiensi ');
     write ('Masukan Nilai daya output:');readln (P0);
     write ('Masukan Nilai daya input:');readln(Pin);
     writeln ('Rumus : P0*100%/Pin');
    efs:=P0*100/Pin;
     writeln ('jadi nilai efisiensi adalah :',efs:0:0);
     write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
     until upcase (ulang) <>'Y';
end;

 procedure menu_utama;
 begin
      clrscr;
      writeln ('Menu Utama');
      writeln ('1. Arus Stator');
      writeln ('2. Rugi tembaga stator');
      writeln ('3. Rugi inti stator');
      writeln ('4. Efisiensi');
      writeln ('5. keluar');
      writeln;
      write ('Pilih Menu :');readln(menu);
      case menu of
      1: begin
              Arus_stator;
              menu_utama;
         end;
      2:begin
             Rugi_tembaga_stator;
             menu_utama;
        end;
      3:begin
             Rugi_inti_stator;
             menu_utama;
        end;
      4: begin
              Efisiensi;
              menu_utama;
        end;
      5:end;
 end;
 begin
 clrscr;
 menu_utama;
 end



Menu






FLOWCHART PROGRAM HITUNGAN MESIN INDUKSI

Penjelasan Flowchart
Pada program procedure ini, saya mencoba untuk membuat perhitungan motor induksi .Program Procedure berada di atas dari menu,yang memiliki empat menu yaitu kecepatan stator,slip,frekuensi rotor dan Torsi Beban penuh. Ketika program di jalankan pengguna akan di suruh untuk memasukan nilai pole,frekuensi,slip dan kecepatan rotor yang sudah di ketahui sesuai dengan rumus. dan  selanjutnya program di jalankan mulai dengan memasukkan rumus masing-masing program yang sudah ada dimenu pilihan kemudian kita dilanjutkan dengan memilih menu apa yang kita mau pilih.Jika kita sudah memilih menu akan dilanjutakn dengan pemnrosesan rumus yang sudah di masukkan pada awal program.kemudian kita tinggal memasukkan nilai yang kita inginkan dengan rumus yang sudah tersedia.Sehingga kita akan mendapatkan hasilnya.



Program Pascal Tingkatan Daya motor Induksi Menggunakan Function

Uses Crt;
Function Daya motor induksi (arus:integer;hambatan:integer;slip:integer):real;
Function Tingkatan motor induksi (Daya):real;
Var
Nilai R, Nilai I, Nilai slip: integer;
Nilai Daya:Real
Begin
Clrscr;
Write (‘Masukkan Nilai R.I:’);
Readln (Nilai R.I);
Write (‘Masukkan Nilai S;’);
Readln(‘Nilai S);
Nilai Daya :=(I^2.R);
Writeln(‘Nilai Rugi-rugi =’,Nilai Daya);
IF Nilai daya =Pcur Rugi tembaga  rotor
Writeln(’Hasil=lanjut’)
IF Nilai Daya = P2 Daya yang masuk rotor
Writeln (‘Hasilnya=Lanjut’)
IF Nilai P2 = Pin Daya Input
Writeln (‘Hasilnya = Berhenti’)
Else
Writeln (’Hasilnya=Berhenti’);
Readln;
End.





Logika Program Tingkatan daya Motor Induksi
Pada program function ini, saya mencoba untuk membuat perhitungan tingkatan daya motor induksi .Program function berada di atas dari program utama,yang memiliki dua fungsi yaitu fungsi daya dan fungsi penyusun daya. Ketika program di jalankan pengguna akan di suruh untuk memasukan nilai hambatan,arus,slip dan daya-daya yang sudah di ketahui nilainya. dan  selanjutnya program di jalankan mulai daya output dan rugi-rugi angin dan gesekan yang kemudian program akan lanjut ke dalam daya roto,kemudian dari daya rotor ini akan di lanjutkan ke dalam P2 daya yang masuk ke rotor dengan penambahan dengan nilai rugi tembaga rotor yang sudah di ketahui nilainya sehingga akan di dapatkan nilai daya yang masuk ke rotor,kemudian di tambahkan dengan dengan inti stator tembaga stator dan pada akhirnya di dapatkan Daya input.dan pada kahirnya proses pencarian Tingkatan Daya motor Induksi tersebut akan di tampilkan ke dalam layar output.

Tugas softkill 2:PERCABANGAN;3IB04A


Listing Program
Program Torsi Motor Induksi 3 fasa:
Uses Crt;
Var Kons,E(Teg),E2,Res2,X2:Real;
       YN : Char ;
        Units : String[2];
Function TorsiFunc(K1:Real; E2:Real; X2:Real; s:Real) : Real ;
Begin
  TorsiFunc (TS) :=( K1 *e2^2*R2) / (R2^2 + X2^2)
  TorsiFunc (TWB):=(K1*(S*E2)^2*R2)/R2^2+(S*X2)^2
  TorsiFunc (TBP):= (3(I2)^2*R2)/S
End;
Begin
   Repeat
       Clrscr;
       Write(^^^^Menghitung Torsi Motor Induksi 3 fasa^^^^);
       Writeln;
       Write(‘Masukkan K:’);
       Readln(Konstanta);
      Write(‘Masukkan R2 [Kilo Ohm] :’);
       Readln (Res2);
       Write(‘Masukkan X2 [Kilo Ohm]:’);
       Readln (XRes2);
      Write (‘Masukkan  E2 [volt]:’);
      Readln (Volt2);
If then;
Writeln;
       Write(‘Masukkan K:’);
       Readln(Konstanta);
      Write(‘Masukkan R2 [Kilo Ohm] :’);
       Readln (Res2);
       Write(‘Masukkan X2 [Kilo Ohm]:’);
       Readln (XRes2);
      Write (‘Masukkan  E2 [volt]:’);
      Readln (Volt2);
Repeat
If Then;
   Write (‘Satuannya Newton meter? Masukkan [Nm]:’);
    Readln(UnitS);
Until (units=’Nm’);
Write (‘Jumlah Torsi Induksi Totalnya adalah ‘);
Writeln  TorsiFunc(TS) :=( K1 *e2^2*R2) / (R2^2 + X2^2)
              TorsiFunc (TWB):=(K1*(S*E2)^2*R2)/R2^2+(S*X2)^2
              TorsiFunc (TBP):= (3(I2)^2*R2)/S,’’,unitS);
    Writeln;
    Write(‘Ulangi?Y atau N):’);
    YN:Readkey;
  Until  (YN in [‘N’,’n’]);
End.

 Flowchart Mehitung Torsi Motor Induksi 3 Fasa Dengan function,If Then Pada Pascal



Penjelasan Listing Program Motor Induksi Tiga fase deangan menggunakan tiga rumus Dengan dua looping peryataan
1. Start
2. Masukkan nilai R2
3. Masukkan nilai X2
4. Masukkan nilai S
5. Masukkan nilai E2
6. Satuannya Newton Meter? Jika ’Ya’ maka masukkan kata    
    ’Nm’,jika ’Tidak’ maka akan berlanjut sampai kata ’NM’   
    dimasukkan.
7. Jumlah Torsi  yang di pakai ada tiga Torsi yaitu TS(Torsi saat start,  
   (TWB)Torsi waktu berputar, (TBP) Torsi Beban Penuh.
    TorsiFunc(TS) :=( K1 *e2^2*R2) / (R2^2 + X2^2)
              TorsiFunc (TWB):=(K1*(S*E2)^2*R2)/R2^2+(S*X2)^2
              TorsiFunc (TBP):= (3(I2)^2*R2)/S,’’,unitS);
    Kita bias memasukkan sesuai dengan rumus yang kita ingankan  
    dari tiga rumus tersebut dengan ketentuan data yang di ketahui  
    sesuai dengan masing-masingrumus
8. Ulangi?Jika ’YA’ maka program akan memulai dari awal lagi,jika
    ’Tidak’ maka program akan berakhir.
9. End


 
         


                        


MENCARI RUGI - RUGI TOTAL MOTOR INDUKSI



                                      RUGI - RUGI TOTAL MOTOR INDUKSI

P.inti      = I0^2 . R0
P. stator  =I2^ 2 . R1
P. rotor   =I2^2 .R2

P.rugi-rugi Total = P.inti + P. stator + P. roto

FLOCHART RUGI - RUGI TOTAL MOTOR INDUKSI




Listing Program Rugi Daya Total

Private Sub Command1_Click()
Text7.Text = Val(Text4.Text) * Val(Text4.Text) * Val(Text1.Text)
Text8.Text = Val(Text5.Text) * Val(Text5.Text) * Val(Text2.Text)
Text9.Text = Val(Text6.Text) * Val(Text6.Text) * Val(Text3.Text)
Text10.Text = Val(Text7.Text) + Val(Text8.Text) + Val(Text9.Text)
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Text1.Text = Clear
Text2.Text = Clear
Text3.Text = Clear
Text4.Text = Clear
Text5.Text = Clear
Text6.Text = Clear
Text7.Text = Clear
Text8.Text = Clear
Text9.Text = Clear
Text10.Text = Clear

End Sub



Program Rumus Segitiga Daya Dengan Visual Basic

RUMUS SEGITIGA DAYA.
Dalam sistem listrik AC / Arus bolak-balik ada tiga jenis daya untuk beban yang memiliki Impedansi
(Z),yaitu:



  • Daya Semu (S) , satuannya VA (Volt Ampere)Pada beban impedansi (Z), Daya semu adalah daya yang terukur atau terbaca pada alat ukur
    Daya semu adalah penjumlahan daya aktif dan reaktif secara vektoris.
  • Daya Reaktif (Q), satuannya VAR (Volt Ampere Reaktif)Daya reaktif adalah daya yang timbul akibat adanya efek induksi elektromagnetik oleh beban yang mempunyai nilai induktif (fase arus tertinggal / laging) atau kapasitif (fase arus mendahului / leading).
  • Daya Aktif(P), satuannya W (Watt)Daya aktif disebut juga daya nyata yaitu daya yang dibutuhkan oleh beban.Hubungan dari ketiga daya diatas (S, Q, P) disebut segitiga daya.
Dari gambar diatas terlihat bahwa semakin besar nilai daya reaktif (Q) akan meningkatkan sudut antara daya nyata dan daya semu atau biasa disebut dengan power factor / COS φ.  sehingga daya yang terbaca pada alat ukur (S) lebih besar daripada daya yang sesungguhnya dibutuhkan oleh beban (P). 

Dimana :      S=   V x I                  (VA)

                   P=   V x I x Cos φ    (W)

                   Q=  V x I x Sin φ     (VAR)


Kesimpulan :

Ketiga jenis daya secara trigonometri terkait satu sama lain. Dalam segi tiga siku-siku, P adalah garis mendatar yang mengapit sudut, Q adalah garis tegak dihadapan sudut dan S adalah garis sisi miring dan mengapit sudut. Sudut yang diapit garis adalah sudut phasa rangkaian impedansi (Z).



Listing Program Visual basic Segitiga Daya

Private Sub Command1_Click()
Text3.Text = Val(Text1.Text) * Val(Text2.Text)
Text5.Text = Val(Text3.Text) * Round(Val(Cos(Val(Text4.Text))))
Text6.Text = Val(Text3.Text) * Round(Val(Sin(Val(Text4.Text))))

End Sub

Private Sub Text1_Change()

End Sub


- Copyright © Amal yang Dilakukan dengan Ikhlas yang Mampu Membawa Manusia ke Dalam Surga - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -