Program Hitungan Motor AC Procedure Menggunakan Pascal
program hitungan_mesin_induksi;
uses crt;
var
menu : integer;
ulang : char;
I1,V1,ztot : real;
Pcus,I,R1:real;
Pcs,I0,R0:real;
Efs,P0,PIN:real;
procedure Arus_stator;
begin
repeat
clrscr;
writeln ('Menghitung Arus stator');
write ('Masukan Nilai tegangan :');readln(V1);
write ('Masukan Nilai Impedansi Total :');readln(Ztot);
writeln ('Rumus : V1/Ztot');
I1:=V1/Ztot;
writeln ('Arus Stator Adalah :',I1:0:0);
write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
until upcase (ulang) <>'Y';
end;
procedure Rugi_tembaga_stator;
begin
repeat
clrscr;
writeln ('Menghitung rugi tembaga stator');
write ('Masukan Nilai arus:');readln (I1);
write ('Masukan Nilai hambatan :');readln(R1);
writeln ('Rumus : I1^2*R1');
Pcus:=I1*I1*R1;
writeln ('rugi tembaga stator adalah :',Pcus:0:0);
write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
until upcase (ulang) <>'Y';
end;
procedure rugi_inti_stator;
begin
repeat
clrscr;
writeln ('Menghitung rugi inti stator');
write ('Masukan Nilai arus :');readln (I0);
Write ('Masukkan Nilai hambatan:');readln(R0);
writeln ('Rumus : I0^2*R0');
Pcs:=I0*I0*R0;
writeln ('rugi inti stator adalah :',Pcs:0:0);
write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
until upcase (ulang) <>'Y';
end;
procedure Efisiensi;
begin
repeat
clrscr;
writeln ('Menghitung nilai efisiensi ');
write ('Masukan Nilai daya output:');readln (P0);
write ('Masukan Nilai daya input:');readln(Pin);
writeln ('Rumus : P0*100%/Pin');
efs:=P0*100/Pin;
writeln ('jadi nilai efisiensi adalah :',efs:0:0);
write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
until upcase (ulang) <>'Y';
end;
procedure menu_utama;
begin
clrscr;
writeln ('Menu Utama');
writeln ('1. Arus Stator');
writeln ('2. Rugi tembaga stator');
writeln ('3. Rugi inti stator');
writeln ('4. Efisiensi');
writeln ('5. keluar');
writeln;
write ('Pilih Menu :');readln(menu);
case menu of
1: begin
Arus_stator;
menu_utama;
end;
2:begin
Rugi_tembaga_stator;
menu_utama;
end;
3:begin
Rugi_inti_stator;
menu_utama;
end;
4: begin
Efisiensi;
menu_utama;
end;
5:end;
end;
begin
clrscr;
menu_utama;
end
Menu
uses crt;
var
menu : integer;
ulang : char;
I1,V1,ztot : real;
Pcus,I,R1:real;
Pcs,I0,R0:real;
Efs,P0,PIN:real;
procedure Arus_stator;
begin
repeat
clrscr;
writeln ('Menghitung Arus stator');
write ('Masukan Nilai tegangan :');readln(V1);
write ('Masukan Nilai Impedansi Total :');readln(Ztot);
writeln ('Rumus : V1/Ztot');
I1:=V1/Ztot;
writeln ('Arus Stator Adalah :',I1:0:0);
write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
until upcase (ulang) <>'Y';
end;
procedure Rugi_tembaga_stator;
begin
repeat
clrscr;
writeln ('Menghitung rugi tembaga stator');
write ('Masukan Nilai arus:');readln (I1);
write ('Masukan Nilai hambatan :');readln(R1);
writeln ('Rumus : I1^2*R1');
Pcus:=I1*I1*R1;
writeln ('rugi tembaga stator adalah :',Pcus:0:0);
write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
until upcase (ulang) <>'Y';
end;
procedure rugi_inti_stator;
begin
repeat
clrscr;
writeln ('Menghitung rugi inti stator');
write ('Masukan Nilai arus :');readln (I0);
Write ('Masukkan Nilai hambatan:');readln(R0);
writeln ('Rumus : I0^2*R0');
Pcs:=I0*I0*R0;
writeln ('rugi inti stator adalah :',Pcs:0:0);
write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
until upcase (ulang) <>'Y';
end;
procedure Efisiensi;
begin
repeat
clrscr;
writeln ('Menghitung nilai efisiensi ');
write ('Masukan Nilai daya output:');readln (P0);
write ('Masukan Nilai daya input:');readln(Pin);
writeln ('Rumus : P0*100%/Pin');
efs:=P0*100/Pin;
writeln ('jadi nilai efisiensi adalah :',efs:0:0);
write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
until upcase (ulang) <>'Y';
end;
procedure menu_utama;
begin
clrscr;
writeln ('Menu Utama');
writeln ('1. Arus Stator');
writeln ('2. Rugi tembaga stator');
writeln ('3. Rugi inti stator');
writeln ('4. Efisiensi');
writeln ('5. keluar');
writeln;
write ('Pilih Menu :');readln(menu);
case menu of
1: begin
Arus_stator;
menu_utama;
end;
2:begin
Rugi_tembaga_stator;
menu_utama;
end;
3:begin
Rugi_inti_stator;
menu_utama;
end;
4: begin
Efisiensi;
menu_utama;
end;
5:end;
end;
begin
clrscr;
menu_utama;
end
Menu
FLOWCHART PROGRAM HITUNGAN MESIN INDUKSI
Penjelasan
Flowchart
Pada program procedure
ini, saya mencoba untuk membuat perhitungan motor induksi .Program Procedure berada
di atas dari menu,yang memiliki empat menu yaitu kecepatan stator,slip,frekuensi
rotor dan Torsi Beban penuh. Ketika program di jalankan pengguna akan di suruh
untuk memasukan nilai pole,frekuensi,slip dan kecepatan rotor yang sudah di
ketahui sesuai dengan rumus. dan
selanjutnya program di jalankan mulai dengan memasukkan rumus masing-masing
program yang sudah ada dimenu pilihan kemudian kita dilanjutkan dengan memilih
menu apa yang kita mau pilih.Jika kita sudah memilih menu akan dilanjutakn
dengan pemnrosesan rumus yang sudah di masukkan pada awal program.kemudian kita
tinggal memasukkan nilai yang kita inginkan dengan rumus yang sudah tersedia.Sehingga
kita akan mendapatkan hasilnya.
Program Pascal Tingkatan Daya motor Induksi Menggunakan Function
Uses Crt;
Function Daya motor induksi
(arus:integer;hambatan:integer;slip:integer):real;
Function Tingkatan motor induksi
(Daya):real;
Var
Nilai R, Nilai I, Nilai slip:
integer;
Nilai Daya:Real
Begin
Clrscr;
Write (‘Masukkan Nilai R.I:’);
Readln (Nilai R.I);
Write (‘Masukkan Nilai S;’);
Readln(‘Nilai S);
Nilai Daya :=(I^2.R);
Writeln(‘Nilai Rugi-rugi =’,Nilai
Daya);
IF Nilai daya =Pcur Rugi
tembaga rotor
Writeln(’Hasil=lanjut’)
IF Nilai Daya = P2 Daya yang masuk
rotor
Writeln (‘Hasilnya=Lanjut’)
IF Nilai P2 = Pin Daya Input
Writeln (‘Hasilnya = Berhenti’)
Else
Writeln (’Hasilnya=Berhenti’);
Readln;
End.
Logika Program Tingkatan daya Motor Induksi
Pada program function ini, saya
mencoba untuk membuat perhitungan tingkatan daya motor induksi .Program
function berada di atas dari program utama,yang memiliki dua fungsi yaitu
fungsi daya dan fungsi penyusun daya. Ketika program di jalankan pengguna akan
di suruh untuk memasukan nilai hambatan,arus,slip dan daya-daya yang sudah di
ketahui nilainya. dan selanjutnya
program di jalankan mulai daya output dan rugi-rugi angin dan gesekan yang
kemudian program akan lanjut ke dalam daya roto,kemudian dari daya rotor ini
akan di lanjutkan ke dalam P2 daya yang masuk ke rotor dengan penambahan dengan
nilai rugi tembaga rotor yang sudah di ketahui nilainya sehingga akan di
dapatkan nilai daya yang masuk ke rotor,kemudian di tambahkan dengan dengan
inti stator tembaga stator dan pada akhirnya di dapatkan Daya input.dan pada
kahirnya proses pencarian Tingkatan Daya motor Induksi tersebut akan di
tampilkan ke dalam layar output.
Tugas softkill 2:PERCABANGAN;3IB04A
Listing
Program
Program
Torsi Motor Induksi 3 fasa:
Uses Crt;
Var Kons,E(Teg),E2,Res2,X2:Real;
YN : Char ;
Units : String[2];
Function
TorsiFunc(K1:Real; E2:Real; X2:Real; s:Real) : Real ;
Begin
TorsiFunc (TS) :=( K1 *e2^2*R2) / (R2^2 +
X2^2)
TorsiFunc
(TWB):=(K1*(S*E2)^2*R2)/R2^2+(S*X2)^2
TorsiFunc (TBP):= (3(I2)^2*R2)/S
End;
Begin
Repeat
Clrscr;
Write(^^^^Menghitung Torsi Motor Induksi
3 fasa^^^^);
Writeln;
Write(‘Masukkan K:’);
Readln(Konstanta);
Write(‘Masukkan R2 [Kilo Ohm] :’);
Readln (Res2);
Write(‘Masukkan X2 [Kilo Ohm]:’);
Readln (XRes2);
Write (‘Masukkan E2 [volt]:’);
Readln (Volt2);
If then;
Writeln;
Write(‘Masukkan K:’);
Readln(Konstanta);
Write(‘Masukkan R2 [Kilo Ohm] :’);
Readln (Res2);
Write(‘Masukkan X2 [Kilo Ohm]:’);
Readln (XRes2);
Write (‘Masukkan E2 [volt]:’);
Readln (Volt2);
Repeat
If Then;
Write (‘Satuannya Newton meter? Masukkan
[Nm]:’);
Readln(UnitS);
Until
(units=’Nm’);
Write (‘Jumlah
Torsi Induksi Totalnya adalah ‘);
Writeln TorsiFunc(TS) :=( K1 *e2^2*R2) / (R2^2 +
X2^2)
TorsiFunc
(TWB):=(K1*(S*E2)^2*R2)/R2^2+(S*X2)^2
TorsiFunc (TBP):=
(3(I2)^2*R2)/S,’’,unitS);
Writeln;
Write(‘Ulangi?Y atau N):’);
YN:Readkey;
Until
(YN in [‘N’,’n’]);
End.
Flowchart Mehitung Torsi Motor Induksi 3 Fasa
Dengan function,If Then Pada Pascal
| Penjelasan Listing Program Motor Induksi Tiga fase deangan menggunakan tiga rumus Dengan dua looping peryataan |
1. Start
2. Masukkan nilai R2
3. Masukkan nilai X2
4. Masukkan nilai S
5. Masukkan nilai E2
6. Satuannya Newton Meter? Jika ’Ya’ maka masukkan kata
’Nm’,jika ’Tidak’ maka
akan berlanjut sampai kata ’NM’
dimasukkan.
7. Jumlah Torsi yang di
pakai ada tiga Torsi yaitu TS(Torsi saat start,
(TWB)Torsi waktu berputar,
(TBP) Torsi Beban Penuh.
TorsiFunc(TS)
:=( K1 *e2^2*R2) / (R2^2 + X2^2)
TorsiFunc
(TWB):=(K1*(S*E2)^2*R2)/R2^2+(S*X2)^2
TorsiFunc (TBP):=
(3(I2)^2*R2)/S,’’,unitS);
Kita bias memasukkan
sesuai dengan rumus yang kita ingankan
dari tiga rumus tersebut
dengan ketentuan data yang di ketahui
sesuai dengan
masing-masingrumus
8. Ulangi?Jika ’YA’ maka program akan memulai dari awal lagi,jika
’Tidak’ maka program akan
berakhir.
9. End
MENCARI RUGI - RUGI TOTAL MOTOR INDUKSI
RUGI - RUGI TOTAL MOTOR INDUKSI
P.inti = I0^2 . R0
P. stator =I2^ 2 . R1
P. rotor =I2^2 .R2
P.rugi-rugi Total = P.inti + P. stator + P. roto
FLOCHART RUGI - RUGI TOTAL MOTOR INDUKSI
Listing Program Rugi Daya Total
Private Sub Command1_Click()
Text7.Text = Val(Text4.Text) * Val(Text4.Text) * Val(Text1.Text)
Text8.Text = Val(Text5.Text) * Val(Text5.Text) * Val(Text2.Text)
Text9.Text = Val(Text6.Text) * Val(Text6.Text) * Val(Text3.Text)
Text10.Text = Val(Text7.Text) + Val(Text8.Text) + Val(Text9.Text)
End Sub
Private Sub Command2_Click()
Text1.Text = Clear
Text2.Text = Clear
Text3.Text = Clear
Text4.Text = Clear
Text5.Text = Clear
Text6.Text = Clear
Text7.Text = Clear
Text8.Text = Clear
Text9.Text = Clear
Text10.Text = Clear
End Sub
Program Rumus Segitiga Daya Dengan Visual Basic
RUMUS SEGITIGA DAYA.
Dalam sistem listrik AC / Arus bolak-balik ada tiga jenis
daya untuk beban yang memiliki Impedansi
(Z),yaitu:
(Z),yaitu:
- Daya Semu (S) , satuannya VA (Volt
Ampere)Pada beban impedansi (Z), Daya semu adalah daya yang terukur atau
terbaca pada alat ukur
Daya semu adalah penjumlahan daya aktif dan reaktif secara vektoris.
- Daya Reaktif (Q), satuannya VAR (Volt
Ampere Reaktif)Daya reaktif adalah daya yang timbul akibat adanya efek
induksi elektromagnetik oleh beban yang mempunyai nilai induktif (fase
arus tertinggal / laging) atau kapasitif (fase arus mendahului / leading).
- Daya Aktif(P), satuannya W (Watt)Daya
aktif disebut juga daya nyata yaitu daya yang dibutuhkan oleh
beban.Hubungan dari ketiga daya diatas (S, Q, P) disebut segitiga daya.
Dari gambar diatas terlihat bahwa semakin besar
nilai daya reaktif (Q) akan meningkatkan sudut antara daya nyata dan daya semu
atau biasa disebut dengan power factor / COS φ. sehingga daya yang
terbaca pada alat ukur (S) lebih besar daripada daya yang sesungguhnya
dibutuhkan oleh beban (P).
Dimana : S= V x I (VA)
P= V x I x Cos φ (W)
Q= V x I x Sin φ (VAR)
Kesimpulan :
Ketiga jenis daya secara trigonometri terkait satu sama lain. Dalam segi tiga siku-siku, P adalah garis mendatar yang mengapit sudut, Q adalah garis tegak dihadapan sudut dan S adalah garis sisi miring dan mengapit sudut. Sudut yang diapit garis adalah sudut phasa rangkaian impedansi (Z).
Dimana : S= V x I (VA)
P= V x I x Cos φ (W)
Q= V x I x Sin φ (VAR)
Kesimpulan :
Ketiga jenis daya secara trigonometri terkait satu sama lain. Dalam segi tiga siku-siku, P adalah garis mendatar yang mengapit sudut, Q adalah garis tegak dihadapan sudut dan S adalah garis sisi miring dan mengapit sudut. Sudut yang diapit garis adalah sudut phasa rangkaian impedansi (Z).
Listing Program Visual basic Segitiga Daya
Private Sub Command1_Click()
Text3.Text = Val(Text1.Text) *
Val(Text2.Text)
Text5.Text = Val(Text3.Text) *
Round(Val(Cos(Val(Text4.Text))))
Text6.Text = Val(Text3.Text) *
Round(Val(Sin(Val(Text4.Text))))
End Sub
Private Sub Text1_Change()
Perserikatan Negara-negara di Dunia di Bidang Ekonomi
Perserikatan Negara-negara di dunia di Bidang Ekonomi
1. MEA
Pengertian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
adalah bentuk integrasi masyarakat ASEAN dimana adanya perdaganan bebas di
antara anggota-anggota Negara ASEAN yang telah di sepakati bersama
Negara-negara ASEAN, dan Untuk menggubah ASEAN menjadi kawasan yang stabil,
makmur dan sangat kompetitif.
MEA mulai
aktif tanggal 31 Desember 2015.
Saat ini untuk
mewujudkam Masyarakat Ekonomi ASEAN ini masih harus menghadapi
berbagai tantangan dan rintangan yang terdapat pada masing-masing negara
anggota. Beberapa tahapan awal mesti diwujudkan untuk merealisasikan target
atau sasaran bersama Masyarakat Asean tersebut, di antaranya adalah
melalui penerapan Masyarakat Ekonomi Asean
(Asean
Economic Community) pada tahun 2015.
Kesepakatan
bersama untuk mengintegrasikan berbagai negara Asean
(Indonesia, Malaysia, Filipina,
Singapura, Thailand, Brunai Darussalam, Kamboja, Vietnam, Laos dan
Myanmar)
yang
masing-masing memiliki latar-belakang sosial-budaya, ideologi politik, ekonomi
dan kepentingan berbeda ke dalam suatu komunitas yang disebut Masyarakat
Ekonomi Asean ini masih menghadapi sejumlah kendala besar, khususnya bagi
Indonesia yang masih dihadapkan dengan berbagai masalah multi dimensi yang
sarat kepentingan. Masyarakat Ekonomi Asean dengan sasarannya yang
mengintegrasikan ekonomi regional Asia Tenggara menggambarkan karakteristik
utama dalam bentuk pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang
sangat kompetitif, kawasan pengembangan ekonomi yang merata atau seimbang, dan
kawasan yang terintegrasi sepenuhnya menjadi ekonomi global.Sebagai pasar
tunggal kawasan terpadu Asean dengan luas sekitar 4,47 juta km persegi yang
didiami oleh lebih dari 600 juta jiwa dari 10 negara anggota ini diharapkan
dapat meningkatkan efisiensi dan memacu daya saing ekonomi kawasan Asean yang
diindikasikan melalui terjadinya arus bebas.
Sumber:www.bbc.com/Indonesia/2014/08/140826_pasar_tenaga_kerja_aec
2. Organisasi
APEC
diprakarsai oleh mantan Perdana
Menteri Australia Bob Hawke ketika berpidato di Seoul, Korea pada
tahun 1989. Pada akhir tahun itu juga, 12 negara hadir di Canbera, Australia
dan sepakat mendirikan APEC. Kedua belas negara pendiri itu adalah Australia,
Brunei Darussalam, Kanada, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, New Zealand,
Philippina, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat. Setelah itu Cina, Hong
Kong, dan Taipei bergabung pada tahun 1991, Meksiko dan Papua Nugini pada tahun
1993, Chile pada tahun 1994, Peru, Rusia, dan Vietnam pada tahun 1998, Mongolia
pada tahun 2013. Jadi, jumlah anggota APEC seluruhnya adalah 22 negara yang
berada di kawasan Asia-Pasifik.
Tujuan
Pembentukan APEC
Tujuan APEC
adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan
pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik dan meningkatkan kerja sama ekonomi
melalui peningkatan volume perdagangan dan investasi. Selan itu, APEC bertujuan
untuk memperjuangkan kepentingan ekonomi di kawasan tersebut di tengah-tengah
perkembangan ekonomi internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut APEC
melakukan kerja sama dalam tiga ruang lingkup yang disebut dengan Tiga Pilar
Kerja Sama APEC. Ketiga pilar itu adalah liberalisasi perdagangan dan
investasi, fasilitasi usaha, kerja sama ekonomi, dan teknik.
Sejarah
Pembentukan APEC
Sejarah
pembentukan APEC dilatarbelakangi
oleh perubahan di Uni Soviet dan Eropa Timur. Runtuhnya Uni Soviet dengan
sistem ekonomi komunisnya, diikuti perubahan sistem ekonomi negara-negara di
Eropa Timur yang sebelumnya menjadi pengikutnya. Sistem ekonomi komunis yang
tertutup secara bertahap berubah menjadi sistem ekonomi liberal yang bebas.
Sehingga, muncullah kesadaran bahwa pada dasarnya setiap negara saling
membutuhkan. Saat itu berlangsung perundingan Putaran Uruguay yang membahas
tatanan perdagangan dunia. Putaran Uruguay adalah perundingan Negara-negara
anggota GATT(General Agreement of Trade and Tariff) pada tahun 1986
di Punta del Este, Urugay.
Adanya kekhawatiran atas gagalnya perundingan itu menjadi sebab dibentuknya APEC. Bila perundingan itu gagal, dikhawatirkan akan muncul sikap proteksionis dan lahir kelompok-kelompok regional yang tertutup. Padahal, dunia saat itu sedang mengarah kepada sistem perdagangan bebas.
Adanya kekhawatiran atas gagalnya perundingan itu menjadi sebab dibentuknya APEC. Bila perundingan itu gagal, dikhawatirkan akan muncul sikap proteksionis dan lahir kelompok-kelompok regional yang tertutup. Padahal, dunia saat itu sedang mengarah kepada sistem perdagangan bebas.
Sumber:
googleweblight.com/?lite_url=//www.pengertianahli.com/2015/01/apec-
Pengertian –tujuan-dan-sejarah-apec.html
3. OPEC
OPEC adalah
singkatan dari kepanjangan Organization of Petroleum Exporting Countries. OPEC
adalah organisasi tempat berkumpulnya negara – Negara pengekspor minyak .
Organisasi OPEC didirikan pada 14 september 1960 oleh lima Negara anggota:
iran,irak,Kuwait,Arab Saudi dan Venezuela, yaitu setelah di selenggarakannya
konferesi Baghdad 10-14 Agustus 1960 yang di ikuti oleh lima negara produsen minyak tersebut.
Tujuan OPEC adalah mempertahan
kan harga minyak dan menentang aksi penurunan harga minyak secara sepihak oelh
perusahaan minyak besar yang di sebut The Seven Mayor seperti Exxon,
Texaco,Socal, Gulf, British Petroleum,shell .Perusahaan raksasa minyak bumi ini
adalah dari Negara-negara maju seperti
Amerika Serikat,Inggris,jerman barat dan jepang.
Sumber:
www.pengertianahli.com/2015/02/opec-pengertian-tujuan-anggota-opec.html
PAKET KEBIJAKAN EKONOMI PEMERINTAHAN EKONOMI
Paket
ekonomi pertama: Insentif untuk semua pemangku kepentingan
Dalam paket kebijakan pertama,
pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Berbagai
kebiijakan diambil untuk memberikan insentif dan kemudahan bagi aktivitas para
pemangku kepentingan dalam perekonomian.
Ada proses deregulasi untuk
investor, subsidi bunga kredit untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) hingga rumah murah untuk masyarakat pekerja.
Kelemahan dari paket jilid
pertama adalah sifatnya yang baru berdampak nyata dalam jangka menengah
panjang.
"Nature dari
paket kebijakan ini lebih bersifat jangka menengah dan jangka panjang. Saya
masih belum melihat paket kebijakan ini akan berdampak segera di tahun
ini," kata ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal ketika itu.
Paket
kebijakan ekonomi kedua: Fokus undang investasi dengan lima jurus
Mendorong pertumbuhan investasi
di Indonesia menjadi fokus dari paket kebijakan ekonomi jilid kedua. Sejumlah
strategi telah disiapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Apa saja?
1.
Proses perizinan yang lebih sederhana
Pemerintah kembali menegaskan
komitmennya untuk mewujudkan proses perizinan yang lebih sederhana dalam proses
penanaman investasi. Hal ini diharapkan dapat membuat iklim investasi di
Indonesia menjadi semakin kondusif.
"Izin lingkungan di kawasan
industri sudah diberikan kepada kawasannya, sehingga untuk investasi di
dalamnya tidak perlu izin lagi. Dengan demikian, waktu untuk mengurus izin
investasi di kawasan industri menjadi jauh lebih cepat, sekitar tiga jam
saja," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam
pernyataan persnya Istana Negara saat peluncuran.
2.
Pengesahan tax allowance dan tax holiday yang
lebih cepat
Dalam paket kebijakan ekonomi
kali ini, pemerintah juga berusaha mengoptimalkan insentif tax allowance dan tax holiday yang sebelumnya telah disahkan
masing-masing dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 dan No. 159 tahun 2015.
Caranya adalah dengan memastikan
proses pemberian persetujuan dapat berlangsung relatif cepat bagi wajib pajak
yang mengajukan permohonan untuk memperoleh kedua insentif tersebut.
3.
Pembebasan PPN untuk impor alat angkut tertentu
Melalui Peraturan Pemerintah (PP)
No. 69 tahun 2015, pemerintah akan membebaskan pengenaan Pajak Pertambahan
Nilai (PPN) atas impor alat angkutan tertentu. Dengan kebijakan ini, biaya
pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia diharapkan dapat ditekan.
Apa saja alat angkut yang
impornya akan bebas PPN? Di antaranya adalah galangan kapal dan pesawat udara
dengan suku cadangnya. Daftar lengkapnya bisa kamu baca di sini.
4.
Pajak bunga deposito yang lebih rendah bagi eksportir
Pemerintah siap untuk memberikan
pajak bunga deposito yang lebih rendah bagi para eksportir Indonesia yang
menyimpan dananya di bank-bank tanah air. Langkah ini diharapkan dapat menjadi
insentif bagi mereka agar tak "memarkir" Devisa Hasil Ekspor (DHE) di
luar negeri.
5.
Pemerintah daerah siap mendukung
Dalam proses implementasinya,
berbagai kebijakan yang termuat dalam paket kebijakan ekonomi jilid dua ini
juga akan memperoleh dukungan penuh pemerintah daerah, demikian ditegaskan
Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
"Kalau di pusat perizinan
cepat, maka di daerah juga harus cepat," kata Pramono.
PRESIDEN JOKOWI. Presiden Joko
"Jokowi" Widodo memberikan arahan pada rapat dengan gubernur,
bupati/wali kota di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2015. Foto dari
setkab.go.id
Paket
kebijakan ketiga: Kuatkan daya saing dunia usaha
Paket kebijakan ketiga meluncur
di tengah tekanan terhadap daya saing dunia usaha dalam negeri. Depresiasi
nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat biaya impor semakin tinggi.
Meskipun menguntungkan para eksportir, hal ini di sisi lain membuat situasi
perekonomian Indonesia menjadi tak kondusif.
Karena itu dalam paket kebijakan
jilid tiga ini diluncurkan sejumlah insentif untuk menurunkan biaya perusahaan
dalam proses produksi dan memperoleh tambahan modal. Apa saja?
1.
Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), gas, dan listrik: Harga
avtur,Liquified Petroleum Gas (LPG) 12 kg, Pertamax, dan Pertalite
efektif turun sejak 1 Oktober 2015.
Sedangkan harga gas untuk pabrik
dari lapangan gas baru ditetapkan sesuai dengan kemampuan daya beli industri
pupuk dan harga listrik untuk pelanggan industri I3 dan I4 akan turun
sebesar Rp 12 – Rp 13 per kWh mengikuti turunnya harga minyak dunia.
2.
Perluasan wirausahawan penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR): Untuk
meningkatkan akses wirausahawan kepada kredit perbankan, pemerintah telah
menurunkan tingkat bunga KUR dari sekitar 22 persen menjadi 12 persen.
3.
Penyederhanaan izin pertanahan dalam kegiatan penanaman modal: Di
bidang pertanahan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
merevisi Peraturan Menteri No. 2 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan dan
Pengaturan Agraria, Tata Ruang, dan Pertanahan dalam Kegiatan Penanaman Modal.
Tujuannya, membuat proses mengurus izin pertanahan menjadi lebih efisien.
Paket
kebijakan ekonomi keempat: Formula baru perhitungan upah minimum dan kredit
modal kerja untuk produsen barang ekspor
Produktivitas pekerja adalah
salah satu fondasi untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi.
Untuk memberikan insentif kepada
pekerja sekaligus menjamin kesejahteraan mereka, pemerintah meluncurkan formula
baru untuk menghitung besaran kenaikan upah minimum tahunan yang tertuang dalam
PP No. 78 tahun 2015 tentang pengupahan.
Namun demikian, PP Pengupahan ini
justru menuai protes dari sejumlah kelompok buruh karena dinilai
tak menguntungkan mereka.
Juga diumumkan dalam peluncuran
paket keempat, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sudah melakukan
pemetaan terhadap perusahaan-perusahaan produsen komoditas ekspor di Tanah Air.
Hasilnya, terdapat 30 perusahaan yang berpotensi untuk memperoleh kredit modal
kerja.
Paket
kebijakan kelima: Insentif untuk revaluasi aset dan penghapusan pajak berganda
dalam Real Estate Investment Trust (REIT)
Dalam paket kebijakan ekonomi
lima ini, pemerintah memberikan insentif pajak bagi individu atau badan usaha
yang ingin melakukan revaluasi aset.
Akan ada pemotongan tarif Pajak
Penghasilan (PPH) revaluasi. Jika proposal revaluasi diserahkan sebelum akhir
tahun, besaran tarif khusus revaluasi akan menjadi 3 persen dari sebelumnya 10
persen. Apabila diserahkan pada semester pertama 2016, menjadi 4 persen dan
bila pada semester kedua 2016, menjadi 6 persen.
Selain itu, instrumen investasi
Real Estate Investment Trust (REIT) akan bebas dari pajak berganda.
Lalu
kebijakan apa yang bisa kita harapkan akan termuat pada paket keenam?
Dilansir oleh KataData, paket kebijakan kali ini akan menyasar Kawasan
Ekonomi Khusus (KEK).
Menurut Fithra, masih ada banyak
masalah mengenai konsep KEK ini sendiri. Istilah tersebut masih digunakan
secara salah kaprah. "Konsep KEK bisa efektif ketika ada proteksi yang
kuat terhadap masuknya investasi asing di daerah di Indonesia," kata
Fithra.
Perlindungan tersebut bisa berupa tarif tinggi, seperti yang dilakukan oleh Tiongkok. Bisa juga berupa kawasan khusus saja yang sangat terbuka terhadap investasi asing. Namun di Indonesia, secara umum Fithra menilai telah ada keterbukaan terhadap investasi.
Perlindungan tersebut bisa berupa tarif tinggi, seperti yang dilakukan oleh Tiongkok. Bisa juga berupa kawasan khusus saja yang sangat terbuka terhadap investasi asing. Namun di Indonesia, secara umum Fithra menilai telah ada keterbukaan terhadap investasi.
Dia menyarankan, daripada membuat
sesuatu yang efektifitasnya masih dipertanyakan, mengapa tidak kita beri
insentif terhadap proses industrialisasi?
"Jadi
bukan soal KEK, tapi berikan insentif terhadap industri," kata Fithra.
Alasannya, karena belakangan ini kita mengalami deindustrialisasi, terbukti
dari kontribusi industri terhadap PDB yang menurun. — Rappler.com
Sumber
: http://www.rappler.com/indonesia/111803-paket-kebijakan-ekonomi-pemerintah-jokowi