Universitas Gunadarma

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Program Hitungan Motor AC Procedure Menggunakan Pascal

program hitungan_mesin_induksi;
uses crt;
var
menu : integer;
ulang : char;
I1,V1,ztot : real;
Pcus,I,R1:real;
Pcs,I0,R0:real;
Efs,P0,PIN:real;
procedure Arus_stator;
begin
     repeat
     clrscr;
     writeln ('Menghitung Arus stator');
     write ('Masukan Nilai tegangan  :');readln(V1);
     write ('Masukan Nilai Impedansi Total :');readln(Ztot);
     writeln ('Rumus : V1/Ztot');
     I1:=V1/Ztot;
     writeln ('Arus Stator Adalah :',I1:0:0);
     write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
     until upcase (ulang) <>'Y';
end;

procedure Rugi_tembaga_stator;
begin
     repeat
     clrscr;
     writeln ('Menghitung rugi tembaga stator');
     write ('Masukan Nilai arus:');readln (I1);
     write ('Masukan Nilai hambatan  :');readln(R1);
     writeln ('Rumus : I1^2*R1');
     Pcus:=I1*I1*R1;
     writeln ('rugi tembaga stator adalah :',Pcus:0:0);
     write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
     until upcase (ulang) <>'Y';
end;

procedure rugi_inti_stator;
begin
     repeat
     clrscr;
     writeln ('Menghitung rugi inti stator');
     write ('Masukan Nilai arus :');readln (I0);
     Write ('Masukkan Nilai hambatan:');readln(R0);
     writeln ('Rumus : I0^2*R0');
     Pcs:=I0*I0*R0;
     writeln ('rugi inti stator adalah :',Pcs:0:0);
     write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
     until upcase (ulang) <>'Y';
end;

procedure Efisiensi;
begin
     repeat
     clrscr;
     writeln ('Menghitung nilai efisiensi ');
     write ('Masukan Nilai daya output:');readln (P0);
     write ('Masukan Nilai daya input:');readln(Pin);
     writeln ('Rumus : P0*100%/Pin');
    efs:=P0*100/Pin;
     writeln ('jadi nilai efisiensi adalah :',efs:0:0);
     write (' ulang lagi[y/n]?'); readln (ulang);
     until upcase (ulang) <>'Y';
end;

 procedure menu_utama;
 begin
      clrscr;
      writeln ('Menu Utama');
      writeln ('1. Arus Stator');
      writeln ('2. Rugi tembaga stator');
      writeln ('3. Rugi inti stator');
      writeln ('4. Efisiensi');
      writeln ('5. keluar');
      writeln;
      write ('Pilih Menu :');readln(menu);
      case menu of
      1: begin
              Arus_stator;
              menu_utama;
         end;
      2:begin
             Rugi_tembaga_stator;
             menu_utama;
        end;
      3:begin
             Rugi_inti_stator;
             menu_utama;
        end;
      4: begin
              Efisiensi;
              menu_utama;
        end;
      5:end;
 end;
 begin
 clrscr;
 menu_utama;
 end



Menu






FLOWCHART PROGRAM HITUNGAN MESIN INDUKSI

Penjelasan Flowchart
Pada program procedure ini, saya mencoba untuk membuat perhitungan motor induksi .Program Procedure berada di atas dari menu,yang memiliki empat menu yaitu kecepatan stator,slip,frekuensi rotor dan Torsi Beban penuh. Ketika program di jalankan pengguna akan di suruh untuk memasukan nilai pole,frekuensi,slip dan kecepatan rotor yang sudah di ketahui sesuai dengan rumus. dan  selanjutnya program di jalankan mulai dengan memasukkan rumus masing-masing program yang sudah ada dimenu pilihan kemudian kita dilanjutkan dengan memilih menu apa yang kita mau pilih.Jika kita sudah memilih menu akan dilanjutakn dengan pemnrosesan rumus yang sudah di masukkan pada awal program.kemudian kita tinggal memasukkan nilai yang kita inginkan dengan rumus yang sudah tersedia.Sehingga kita akan mendapatkan hasilnya.



Program Pascal Tingkatan Daya motor Induksi Menggunakan Function

Uses Crt;
Function Daya motor induksi (arus:integer;hambatan:integer;slip:integer):real;
Function Tingkatan motor induksi (Daya):real;
Var
Nilai R, Nilai I, Nilai slip: integer;
Nilai Daya:Real
Begin
Clrscr;
Write (‘Masukkan Nilai R.I:’);
Readln (Nilai R.I);
Write (‘Masukkan Nilai S;’);
Readln(‘Nilai S);
Nilai Daya :=(I^2.R);
Writeln(‘Nilai Rugi-rugi =’,Nilai Daya);
IF Nilai daya =Pcur Rugi tembaga  rotor
Writeln(’Hasil=lanjut’)
IF Nilai Daya = P2 Daya yang masuk rotor
Writeln (‘Hasilnya=Lanjut’)
IF Nilai P2 = Pin Daya Input
Writeln (‘Hasilnya = Berhenti’)
Else
Writeln (’Hasilnya=Berhenti’);
Readln;
End.





Logika Program Tingkatan daya Motor Induksi
Pada program function ini, saya mencoba untuk membuat perhitungan tingkatan daya motor induksi .Program function berada di atas dari program utama,yang memiliki dua fungsi yaitu fungsi daya dan fungsi penyusun daya. Ketika program di jalankan pengguna akan di suruh untuk memasukan nilai hambatan,arus,slip dan daya-daya yang sudah di ketahui nilainya. dan  selanjutnya program di jalankan mulai daya output dan rugi-rugi angin dan gesekan yang kemudian program akan lanjut ke dalam daya roto,kemudian dari daya rotor ini akan di lanjutkan ke dalam P2 daya yang masuk ke rotor dengan penambahan dengan nilai rugi tembaga rotor yang sudah di ketahui nilainya sehingga akan di dapatkan nilai daya yang masuk ke rotor,kemudian di tambahkan dengan dengan inti stator tembaga stator dan pada akhirnya di dapatkan Daya input.dan pada kahirnya proses pencarian Tingkatan Daya motor Induksi tersebut akan di tampilkan ke dalam layar output.

Tugas softkill 2:PERCABANGAN;3IB04A


Listing Program
Program Torsi Motor Induksi 3 fasa:
Uses Crt;
Var Kons,E(Teg),E2,Res2,X2:Real;
       YN : Char ;
        Units : String[2];
Function TorsiFunc(K1:Real; E2:Real; X2:Real; s:Real) : Real ;
Begin
  TorsiFunc (TS) :=( K1 *e2^2*R2) / (R2^2 + X2^2)
  TorsiFunc (TWB):=(K1*(S*E2)^2*R2)/R2^2+(S*X2)^2
  TorsiFunc (TBP):= (3(I2)^2*R2)/S
End;
Begin
   Repeat
       Clrscr;
       Write(^^^^Menghitung Torsi Motor Induksi 3 fasa^^^^);
       Writeln;
       Write(‘Masukkan K:’);
       Readln(Konstanta);
      Write(‘Masukkan R2 [Kilo Ohm] :’);
       Readln (Res2);
       Write(‘Masukkan X2 [Kilo Ohm]:’);
       Readln (XRes2);
      Write (‘Masukkan  E2 [volt]:’);
      Readln (Volt2);
If then;
Writeln;
       Write(‘Masukkan K:’);
       Readln(Konstanta);
      Write(‘Masukkan R2 [Kilo Ohm] :’);
       Readln (Res2);
       Write(‘Masukkan X2 [Kilo Ohm]:’);
       Readln (XRes2);
      Write (‘Masukkan  E2 [volt]:’);
      Readln (Volt2);
Repeat
If Then;
   Write (‘Satuannya Newton meter? Masukkan [Nm]:’);
    Readln(UnitS);
Until (units=’Nm’);
Write (‘Jumlah Torsi Induksi Totalnya adalah ‘);
Writeln  TorsiFunc(TS) :=( K1 *e2^2*R2) / (R2^2 + X2^2)
              TorsiFunc (TWB):=(K1*(S*E2)^2*R2)/R2^2+(S*X2)^2
              TorsiFunc (TBP):= (3(I2)^2*R2)/S,’’,unitS);
    Writeln;
    Write(‘Ulangi?Y atau N):’);
    YN:Readkey;
  Until  (YN in [‘N’,’n’]);
End.

 Flowchart Mehitung Torsi Motor Induksi 3 Fasa Dengan function,If Then Pada Pascal



Penjelasan Listing Program Motor Induksi Tiga fase deangan menggunakan tiga rumus Dengan dua looping peryataan
1. Start
2. Masukkan nilai R2
3. Masukkan nilai X2
4. Masukkan nilai S
5. Masukkan nilai E2
6. Satuannya Newton Meter? Jika ’Ya’ maka masukkan kata    
    ’Nm’,jika ’Tidak’ maka akan berlanjut sampai kata ’NM’   
    dimasukkan.
7. Jumlah Torsi  yang di pakai ada tiga Torsi yaitu TS(Torsi saat start,  
   (TWB)Torsi waktu berputar, (TBP) Torsi Beban Penuh.
    TorsiFunc(TS) :=( K1 *e2^2*R2) / (R2^2 + X2^2)
              TorsiFunc (TWB):=(K1*(S*E2)^2*R2)/R2^2+(S*X2)^2
              TorsiFunc (TBP):= (3(I2)^2*R2)/S,’’,unitS);
    Kita bias memasukkan sesuai dengan rumus yang kita ingankan  
    dari tiga rumus tersebut dengan ketentuan data yang di ketahui  
    sesuai dengan masing-masingrumus
8. Ulangi?Jika ’YA’ maka program akan memulai dari awal lagi,jika
    ’Tidak’ maka program akan berakhir.
9. End


 
         


                        


MENCARI RUGI - RUGI TOTAL MOTOR INDUKSI



                                      RUGI - RUGI TOTAL MOTOR INDUKSI

P.inti      = I0^2 . R0
P. stator  =I2^ 2 . R1
P. rotor   =I2^2 .R2

P.rugi-rugi Total = P.inti + P. stator + P. roto

FLOCHART RUGI - RUGI TOTAL MOTOR INDUKSI




Listing Program Rugi Daya Total

Private Sub Command1_Click()
Text7.Text = Val(Text4.Text) * Val(Text4.Text) * Val(Text1.Text)
Text8.Text = Val(Text5.Text) * Val(Text5.Text) * Val(Text2.Text)
Text9.Text = Val(Text6.Text) * Val(Text6.Text) * Val(Text3.Text)
Text10.Text = Val(Text7.Text) + Val(Text8.Text) + Val(Text9.Text)
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Text1.Text = Clear
Text2.Text = Clear
Text3.Text = Clear
Text4.Text = Clear
Text5.Text = Clear
Text6.Text = Clear
Text7.Text = Clear
Text8.Text = Clear
Text9.Text = Clear
Text10.Text = Clear

End Sub



Program Rumus Segitiga Daya Dengan Visual Basic

RUMUS SEGITIGA DAYA.
Dalam sistem listrik AC / Arus bolak-balik ada tiga jenis daya untuk beban yang memiliki Impedansi
(Z),yaitu:



  • Daya Semu (S) , satuannya VA (Volt Ampere)Pada beban impedansi (Z), Daya semu adalah daya yang terukur atau terbaca pada alat ukur
    Daya semu adalah penjumlahan daya aktif dan reaktif secara vektoris.
  • Daya Reaktif (Q), satuannya VAR (Volt Ampere Reaktif)Daya reaktif adalah daya yang timbul akibat adanya efek induksi elektromagnetik oleh beban yang mempunyai nilai induktif (fase arus tertinggal / laging) atau kapasitif (fase arus mendahului / leading).
  • Daya Aktif(P), satuannya W (Watt)Daya aktif disebut juga daya nyata yaitu daya yang dibutuhkan oleh beban.Hubungan dari ketiga daya diatas (S, Q, P) disebut segitiga daya.
Dari gambar diatas terlihat bahwa semakin besar nilai daya reaktif (Q) akan meningkatkan sudut antara daya nyata dan daya semu atau biasa disebut dengan power factor / COS φ.  sehingga daya yang terbaca pada alat ukur (S) lebih besar daripada daya yang sesungguhnya dibutuhkan oleh beban (P). 

Dimana :      S=   V x I                  (VA)

                   P=   V x I x Cos φ    (W)

                   Q=  V x I x Sin φ     (VAR)


Kesimpulan :

Ketiga jenis daya secara trigonometri terkait satu sama lain. Dalam segi tiga siku-siku, P adalah garis mendatar yang mengapit sudut, Q adalah garis tegak dihadapan sudut dan S adalah garis sisi miring dan mengapit sudut. Sudut yang diapit garis adalah sudut phasa rangkaian impedansi (Z).



Listing Program Visual basic Segitiga Daya

Private Sub Command1_Click()
Text3.Text = Val(Text1.Text) * Val(Text2.Text)
Text5.Text = Val(Text3.Text) * Round(Val(Cos(Val(Text4.Text))))
Text6.Text = Val(Text3.Text) * Round(Val(Sin(Val(Text4.Text))))

End Sub

Private Sub Text1_Change()

End Sub


Perserikatan Negara-negara di Dunia di Bidang Ekonomi

Perserikatan Negara-negara di dunia di Bidang Ekonomi
1.  MEA
     Pengertian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) adalah bentuk integrasi masyarakat ASEAN dimana adanya perdaganan bebas di antara anggota-anggota Negara ASEAN yang telah di sepakati bersama Negara-negara ASEAN, dan Untuk menggubah ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur dan sangat kompetitif.
MEA mulai aktif tanggal 31 Desember 2015.
Saat ini untuk mewujudkam Masyarakat Ekonomi ASEAN  ini masih harus menghadapi  berbagai tantangan dan rintangan yang terdapat pada masing-masing negara anggota. Beberapa tahapan awal mesti diwujudkan untuk merealisasikan target atau sasaran  bersama Masyarakat Asean tersebut, di antaranya adalah melalui penerapan Masyarakat Ekonomi Asean
(Asean Economic Community) pada tahun 2015.
Kesepakatan bersama untuk mengintegrasikan berbagai negara Asean
(Indonesia,  Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunai Darussalam, Kamboja, Vietnam, Laos dan  Myanmar)
yang masing-masing memiliki latar-belakang sosial-budaya, ideologi politik, ekonomi dan kepentingan berbeda ke dalam suatu komunitas yang disebut Masyarakat Ekonomi Asean ini masih menghadapi sejumlah kendala besar, khususnya bagi Indonesia yang masih dihadapkan dengan berbagai masalah multi dimensi yang sarat kepentingan. Masyarakat Ekonomi Asean dengan sasarannya yang mengintegrasikan ekonomi regional Asia Tenggara menggambarkan karakteristik utama dalam bentuk pasar tunggal dan basis  produksi, kawasan ekonomi yang sangat kompetitif, kawasan pengembangan ekonomi yang merata atau seimbang, dan kawasan yang terintegrasi sepenuhnya menjadi ekonomi global.Sebagai pasar tunggal kawasan terpadu Asean dengan luas sekitar 4,47 juta km persegi yang didiami oleh lebih dari 600 juta jiwa dari 10 negara anggota ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan memacu daya saing ekonomi kawasan Asean yang diindikasikan melalui terjadinya arus bebas.
Sumber:www.bbc.com/Indonesia/2014/08/140826_pasar_tenaga_kerja_aec

2.    Organisasi APEC
        diprakarsai oleh mantan Perdana Menteri Australia Bob Hawke ketika berpidato di Seoul, Korea pada tahun 1989. Pada akhir tahun itu juga, 12 negara hadir di Canbera, Australia dan sepakat mendirikan APEC. Kedua belas negara pendiri itu adalah Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, New Zealand, Philippina, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat. Setelah itu Cina, Hong Kong, dan Taipei bergabung pada tahun 1991, Meksiko dan Papua Nugini pada tahun 1993, Chile pada tahun 1994, Peru, Rusia, dan Vietnam pada tahun 1998, Mongolia pada tahun 2013. Jadi, jumlah anggota APEC seluruhnya adalah 22 negara yang berada di kawasan Asia-Pasifik. 
Tujuan Pembentukan APEC
Tujuan APEC adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik dan meningkatkan kerja sama ekonomi melalui peningkatan volume perdagangan dan investasi. Selan itu, APEC bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan ekonomi di kawasan tersebut di tengah-tengah perkembangan ekonomi internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut APEC melakukan kerja sama dalam tiga ruang lingkup yang disebut dengan Tiga Pilar Kerja Sama APEC. Ketiga pilar itu adalah liberalisasi perdagangan dan investasi, fasilitasi usaha, kerja sama ekonomi, dan teknik.

Sejarah Pembentukan APEC
Sejarah pembentukan APEC dilatarbelakangi oleh perubahan di Uni Soviet dan Eropa Timur. Runtuhnya Uni Soviet dengan sistem ekonomi komunisnya, diikuti perubahan sistem ekonomi negara-negara di Eropa Timur yang sebelumnya menjadi pengikutnya. Sistem ekonomi komunis yang tertutup secara bertahap berubah menjadi sistem ekonomi liberal yang bebas. Sehingga, muncullah kesadaran bahwa pada dasarnya setiap negara saling membutuhkan. Saat itu berlangsung perundingan Putaran Uruguay yang membahas tatanan perdagangan dunia. Putaran Uruguay adalah perundingan Negara-negara anggota GATT(General Agreement of Trade and Tariff) pada tahun 1986 di Punta del Este, Urugay.

Adanya kekhawatiran atas gagalnya perundingan itu menjadi sebab dibentuknya APEC. Bila perundingan itu gagal, dikhawatirkan akan muncul sikap proteksionis dan lahir kelompok-kelompok regional yang tertutup. Padahal, dunia saat itu sedang mengarah kepada sistem perdagangan bebas.
Sumber: googleweblight.com/?lite_url=//www.pengertianahli.com/2015/01/apec-  
               Pengertian –tujuan-dan-sejarah-apec.html
3.   OPEC
      OPEC adalah singkatan dari kepanjangan Organization of Petroleum Exporting Countries. OPEC adalah organisasi tempat berkumpulnya negara – Negara pengekspor minyak . Organisasi OPEC didirikan pada 14 september 1960 oleh lima Negara anggota: iran,irak,Kuwait,Arab Saudi dan Venezuela, yaitu setelah di selenggarakannya konferesi Baghdad 10-14 Agustus 1960 yang di ikuti oleh  lima negara produsen minyak tersebut.
      Tujuan OPEC adalah mempertahan kan harga minyak dan menentang aksi penurunan harga minyak secara sepihak oelh perusahaan minyak besar yang di sebut The Seven Mayor seperti Exxon, Texaco,Socal, Gulf, British Petroleum,shell .Perusahaan raksasa minyak bumi ini adalah dari Negara-negara maju seperti  Amerika Serikat,Inggris,jerman barat dan jepang.


Sumber: www.pengertianahli.com/2015/02/opec-pengertian-tujuan-anggota-opec.html

PAKET KEBIJAKAN EKONOMI PEMERINTAHAN EKONOMI


Paket ekonomi pertama: Insentif untuk semua pemangku kepentingan
Dalam paket kebijakan pertama, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Berbagai kebiijakan diambil untuk memberikan insentif dan kemudahan bagi aktivitas para pemangku kepentingan dalam perekonomian.
Ada proses deregulasi untuk investor, subsidi bunga kredit untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga rumah murah untuk masyarakat pekerja.
Kelemahan dari paket jilid pertama adalah sifatnya yang baru berdampak nyata dalam jangka menengah panjang.
"Nature dari paket kebijakan ini lebih bersifat jangka menengah dan jangka panjang. Saya masih belum melihat paket kebijakan ini akan berdampak segera di tahun ini," kata ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal ketika itu.

Paket kebijakan ekonomi kedua: Fokus undang investasi dengan lima jurus
Mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia menjadi fokus dari paket kebijakan ekonomi jilid kedua. Sejumlah strategi telah disiapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Apa saja?
1. Proses perizinan yang lebih sederhana
Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan proses perizinan yang lebih sederhana dalam proses penanaman investasi. Hal ini diharapkan dapat membuat iklim investasi di Indonesia menjadi semakin kondusif.
"Izin lingkungan di kawasan industri sudah diberikan kepada kawasannya, sehingga untuk investasi di dalamnya tidak perlu izin lagi. Dengan demikian, waktu untuk mengurus izin investasi di kawasan industri menjadi jauh lebih cepat, sekitar tiga jam saja," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam pernyataan persnya Istana Negara saat peluncuran.
2. Pengesahan tax allowance dan tax holiday yang lebih cepat
Dalam paket kebijakan ekonomi kali ini, pemerintah juga berusaha mengoptimalkan insentif tax allowance dan tax holiday yang sebelumnya telah disahkan masing-masing dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 dan No. 159 tahun 2015.
Caranya adalah dengan memastikan proses pemberian persetujuan dapat berlangsung relatif cepat bagi wajib pajak yang mengajukan permohonan untuk memperoleh kedua insentif tersebut.
3. Pembebasan PPN untuk impor alat angkut tertentu
Melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 69 tahun 2015, pemerintah akan membebaskan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas impor alat angkutan tertentu. Dengan kebijakan ini, biaya pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia diharapkan dapat ditekan.
Apa saja alat angkut yang impornya akan bebas PPN? Di antaranya adalah galangan kapal dan pesawat udara dengan suku cadangnya. Daftar lengkapnya bisa kamu baca di sini.
4. Pajak bunga deposito yang lebih rendah bagi eksportir
Pemerintah siap untuk memberikan pajak bunga deposito yang lebih rendah bagi para eksportir Indonesia yang menyimpan dananya di bank-bank tanah air. Langkah ini diharapkan dapat menjadi insentif bagi mereka agar tak "memarkir" Devisa Hasil Ekspor (DHE) di luar negeri.
5. Pemerintah daerah siap mendukung
Dalam proses implementasinya, berbagai kebijakan yang termuat dalam paket kebijakan ekonomi jilid dua ini juga akan memperoleh dukungan penuh pemerintah daerah, demikian ditegaskan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
"Kalau di pusat perizinan cepat, maka di daerah juga harus cepat," kata Pramono.
PRESIDEN JOKOWI. Presiden Joko "Jokowi" Widodo memberikan arahan pada rapat dengan gubernur, bupati/wali kota di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2015. Foto dari setkab.go.id
Paket kebijakan ketiga: Kuatkan daya saing dunia usaha
Paket kebijakan ketiga meluncur di tengah tekanan terhadap daya saing dunia usaha dalam negeri. Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat biaya impor semakin tinggi. Meskipun menguntungkan para eksportir, hal ini di sisi lain membuat situasi perekonomian Indonesia menjadi tak kondusif.
Karena itu dalam paket kebijakan jilid tiga ini diluncurkan sejumlah insentif untuk menurunkan biaya perusahaan dalam proses produksi dan memperoleh tambahan modal. Apa saja?
1. Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), gas, dan listrik: Harga avtur,Liquified Petroleum Gas (LPG) 12 kg, Pertamax, dan Pertalite efektif turun sejak 1 Oktober 2015.
Sedangkan harga gas untuk pabrik dari lapangan gas baru ditetapkan sesuai dengan kemampuan daya beli industri pupuk dan harga listrik untuk pelanggan industri I3 dan I4 akan turun sebesar Rp 12 – Rp 13 per kWh mengikuti turunnya harga minyak dunia.
2. Perluasan wirausahawan penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR): Untuk meningkatkan akses wirausahawan kepada kredit perbankan, pemerintah telah menurunkan tingkat bunga KUR dari sekitar 22 persen menjadi 12 persen.
3. Penyederhanaan izin pertanahan dalam kegiatan penanaman modal: Di bidang pertanahan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional merevisi Peraturan Menteri No. 2 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Agraria, Tata Ruang, dan Pertanahan dalam Kegiatan Penanaman Modal. Tujuannya, membuat proses mengurus izin pertanahan menjadi lebih efisien.
Paket kebijakan ekonomi keempat: Formula baru perhitungan upah minimum dan kredit modal kerja untuk produsen barang ekspor
Produktivitas pekerja adalah salah satu fondasi untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi.
Untuk memberikan insentif kepada pekerja sekaligus menjamin kesejahteraan mereka, pemerintah meluncurkan formula baru untuk menghitung besaran kenaikan upah minimum tahunan yang tertuang dalam PP No. 78 tahun 2015 tentang pengupahan.
Namun demikian, PP Pengupahan ini justru menuai protes dari sejumlah kelompok buruh karena dinilai tak menguntungkan mereka.
Juga diumumkan dalam peluncuran paket keempat, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sudah melakukan pemetaan terhadap perusahaan-perusahaan produsen komoditas ekspor di Tanah Air. Hasilnya, terdapat 30 perusahaan yang berpotensi untuk memperoleh kredit modal kerja.
Paket kebijakan kelima: Insentif untuk revaluasi aset dan penghapusan pajak berganda dalam Real Estate Investment Trust (REIT)
Dalam paket kebijakan ekonomi lima ini, pemerintah memberikan insentif pajak bagi individu atau badan usaha yang ingin melakukan revaluasi aset.
Akan ada pemotongan tarif Pajak Penghasilan (PPH) revaluasi. Jika proposal revaluasi diserahkan sebelum akhir tahun, besaran tarif khusus revaluasi akan menjadi 3 persen dari sebelumnya 10 persen. Apabila diserahkan pada semester pertama 2016, menjadi 4 persen dan bila pada semester kedua 2016, menjadi 6 persen.
Selain itu, instrumen investasi Real Estate Investment Trust (REIT) akan bebas dari pajak berganda.
Lalu kebijakan apa yang bisa kita harapkan akan termuat pada paket keenam?
Dilansir oleh KataData, paket kebijakan kali ini akan menyasar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Menurut Fithra, masih ada banyak masalah mengenai konsep KEK ini sendiri. Istilah tersebut masih digunakan secara salah kaprah. "Konsep KEK bisa efektif ketika ada proteksi yang kuat terhadap masuknya investasi asing di daerah di Indonesia," kata Fithra.

Perlindungan tersebut bisa berupa tarif tinggi, seperti yang dilakukan oleh Tiongkok. Bisa juga berupa kawasan khusus saja yang sangat terbuka terhadap investasi asing. Namun di Indonesia, secara umum Fithra menilai telah ada keterbukaan terhadap investasi.
Dia menyarankan, daripada membuat sesuatu yang efektifitasnya masih dipertanyakan, mengapa tidak kita beri insentif terhadap proses industrialisasi?
"Jadi bukan soal KEK, tapi berikan insentif terhadap industri," kata Fithra. Alasannya, karena belakangan ini kita mengalami deindustrialisasi, terbukti dari kontribusi industri terhadap PDB yang menurun. — Rappler.com

Sumber : http://www.rappler.com/indonesia/111803-paket-kebijakan-ekonomi-pemerintah-jokowi

- Copyright © Amal yang Dilakukan dengan Ikhlas yang Mampu Membawa Manusia ke Dalam Surga - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -